![]() |
Hana Maharani Mahasiswa Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. (Dok. Hana) |
Sebagai dokter, ar-Razi mengkritik metode diagnostik
tradisional dari Hippocrates ( 460-370 SM ) dan Galen ( 129-216 M ), serta
mengembangkan pendekatan medis yang lebih empiris dan berbasis pengamatan
klinis. Ia juga menulis banyak karya di bidang kedokteran, filsafat , dan
kimia, yang sebagian masih dibaca hingga abad ke-16 di Eropa. Dalam kariernya,
ia sempat bekerja di Baghdad dan kemudian menetap di Rayy, dimana ia mengelola
rumah sakit dan mengajar murid-muridnya dengan metode diskusi terbuka. Meskipun
kehilangan penglihatannya di usia tua, ia tetap aktif dalam menulis lewat juru
tulisnya.
Pemikirannya yang cenderung liberal, terutama dalam
menolak dogma agama, membuatnya dikritik oleh banyak pihak. Salah satu karyanya
yang terkenal, On the Fradulence of Prophets ( Makharik al-Anbiya’),
menyoroti skeptisme terhadap kenabian dan agama. Secara keseluruhan, ar-Razi
dikenal sebagai pemikir yang mendukung kebebasan berpikir dan ilmu pengetahuan
yang berbasis rasionalitas. Adapun pencapaian besar lain yang didapati oleh
ar-Razi, yakni kemampuannya dalam membedakan antara cacar dan campak, sesuatu
yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya. Selain itu, ia menulis
sekitar 200 manuskrip yang mencakup berbagai disiplin ilmu, termasuk astronomi
dan tata Bahasa. Karya-karyanya sangat berpengaruh dan menjadi rujukan utama
dalam pendidikan kedokteran di Eropa pada abad pertengahan.
Dalam bidang kimia, ar-Razi dianggap sebagai salah
satu ilmuan pertama yang melakukan eksperimen sistematis, yang menjadikannya
sebagai salah satu tokoh utama dalam transisi alkimia menuju kimia modern.
Ar-Razi tidak hanya melakukan eksperimen dalam skala laboratorium, tetapi juga
mendokumentasikan hasil-hasilnya secara sistematis, yang berbeda dari
pendekatan mistis para alkimiawan sebelumnya.
Salah satu konstribusi terbesarnya adalah penemuan dan
pemurnian alkohol melalui distilasi, yang kemudian memiliki banyak aplikasi
dalam kedokteran, terutama dalam antiseptik dan pelarut. Ia juga berhasil
mengisolasi asam sulfur, yang merupakan salah satu senyawa kimia yang paling
penting dalam berbagai industri modern saat ini. Dalam karyanya, kitab al-Asrar
(Buku Rahasia) ia menjelaskan berbagai metode dan peralatan kimia yang
digunakan dalam eksperimen labolatorium. Ia juga menjelaskan tentang membedakan
zat-zat berdasarkan sifat kimia dan fisikanya, serta mengembangkan berbagai
teknik labolatorium, seperti kristalisasi, kalsinasi, dan sublimasi. Buku ini
menjadi salah satu rujukan utama bagi para kimiawan di dunia Islam dan Eropa
selama berabad-abad.
Pendekatannya yang berbasis eksperimen dan observasi
sangat berbeda dari tradisi alkimia mistis yang lebih mengutamakan spekulasi
filosofis. Alih-alih mencari “batu filsuf” yang dipercaya dapat mengubah logam
biasa menjadi emas, ar-Razi lebih fokus pada pemahaman reaksi kimia yang nyata
dan aplikatif. Dengan pendekatan ini, ia turut membuka jalan bagi perkembangan
kimia sebagai disiplin ilmu yang lebih rasional dan berbasis bukti.
Selain dalam bidang kedokteran dan kimia, ar-Razi juga
memiliki pandangan filosofis yang kuat. Ia meyakini bahwa akal adalah anugerah
Tuhan yang memungkinkan manusia mencapai kebenaran tanpa harus bergantung pada
wahyu. Empirisme dan skeptisme filosofis menjadi dasar pemikirannya, membuatnya
berbeda dari banyak pemikir muslim pada masanya. Namun, sikapnya yang menolak
kenabian dan mu’jizat membuatnya menjadi tokoh yang kontroversial. Salah satu
pernyataan paling kontroversial yang dikaitkan dengan dengan ar-Razi adalah
bahwa para nabi adalah “penipu” yang menggunakan trik untuk membodohi
masyarakat. Namun, kita harus tetap berhati-hati dalam menginterprestasi klaim
ini karena tidak semua tulisan aslinya bertahan hingga saat ini, dan banyak
gagasannya hanya diketahui melalui kutipan dari para lawannya atau
interprestasi sejarawan setelahnya.
Adapun ar-Razi mengemukakan konsep “Lima Kekal” dalam ilmu filsafat yang terdiri dari:
- Tuhan: Sumber segala sesuatu dan pencipta alam semesta.
- Jiwa Universal: Esensi kehidupan yang ada dalam setiap makhluk hidup.
- Materi Primer: Substansi dasar yang membentuk segala sesuatu di alam semesta.
- Ruang Absolut: Tempat di mana semua benda berada.
- Waktu Tanpa Batas: Dimensi temporal yang melingkupi semua perstiwa.
Konsep ini menunjukan pendekatan rasional dan
filosofis ar-Razi dalam memahami ekstensi dan alam semesta. Meskipun pandangannya
terhadap agama dan kenabian sangat kontroversial, kontroversi ar-Razi dalam
ilmu pengetahuan tidak dapat diabaikan. Ia menulis banyak karya dalam bidang
kedokteran yang menjadi rujukan utama di dunia Islam dan Eropa selama
berabad-abad. Pendekatannya yang mengutamakan observasi dan eksperimen menjadi
dasar bagi perkembangan metode ilmiah modern.
Secara keseluruhan, ar-Razi adalah adalah seorang
pemikir yang menekankan pentingnya akal dan rasionalitas dalam mencari
kebenaran. Meskipun pandangannya terhadap agama dan kenabian menimbulkan
kontroversi besar, kontribusinya dalam ilmu pengetahuan dan filsafat memberikan
dampak yang signifikan bagi perkembangan peradaban manusia.
*)Kolom opini.co menerima tulisan opini atau karya sastra untuk umum. Panjang naskah opini maksimal 750 kata.
*)Sertakan riwayat hidup singkat, nama akun medsos, beserta foto cakep, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
*)Naskah dikirim ke alamat e-mail soearamedianasional@gmail.com.
*)Tulisan opini sepenuhnya tanggung jawab penulis, tidak menjadi tanggung jawab redaksi opini.co.
*)Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang diterima apabila tidak sesuai dengan filosofi opini.co.