Notification

×

Iklan

Iklan

Ibnu Sina: Pelopor Kedokteran Islam

Kamis, 20 Maret 2025 | 11.33 WIB Last Updated 2025-03-20T05:04:34Z

Afifah Nur Isnaini Mahasiswa Psikologi Islam Universitas Raden Mas Said Surakarta. (Dok. Afifah)
OPINI.CO, SURAKARTA - Di masa keemasan peradaban Islam (abad ke-7 hingga ke-12 M), terdapat perkembangan signifikan ditandai oleh semangat para ilmuwan dan cendekiawan Muslim dalam mendalami berbagai disiplin ilmu pengetahuan dengan penuh dedikasi. Semangat kehausan akan ilmu pada masa keemasan Islam begitu besar, sehingga para ilmuwan Muslim tak puas hanya menguasai satu bidang. Dalam Islam, pengembangan ilmu pengetahuan bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan kewajiban moral setiap muslim, bagian integral dari ibadah dan pemahaman ciptaan Tuhan. Ini bukan hanya anjuran, tetapi tuntutan universal yang mendorong peningkatan kualitas diri dan kemajuan peradaban. 


Di antara para tokoh yang menonjol dalam era tersebut, Ibnu Sina (Avicenna) berdiri sebagai sosok yang luar biasa. Ia bukan hanya seorang pakar kedokteran yang diakui di seluruh dunia, tetapi juga seorang ilmuwan dan filsuf yang jenius, menguasai berbagai bidang ilmu dengan kedalaman yang luar biasa. Pengaruhnya begitu besar, sehingga dunia Barat menjulukinya sebagai "the greatest Muslim thinker and the last of the Muslim philosopher in the East". Kontribusinya terhadap dunia kedokteran sangat signifikan sehingga ia dijuluki sebagai "Bapak Kedokteran". Karya-karya Ibnu Sina menjadi rujukan penting dalam pendidikan kedokteran di dunia Islam dan Barat selama berabad-abad, dan pemikirannya masih relevan hingga saat ini. Ibnu Sina, seorang ilmuwan Muslim yang terkenal di masa kejayaan Islam, menulis banyak karya dalam berbagai bidang, termasuk filsafat, kedokteran, astronomi, kimia, dan matematika. 

 

Karya-Karya Ibnu Sina yang terkemuka

 

  1. Al-Syifa, atau Kitab Penyembuhan, merupakan ensiklopedia besar yang mencakup ilmu pengetahuan dan filsafat, terdiri dari 18 jilid yang membahas fisika, matematika, dan metafisika.
  2. Al-Qanun fi al-Thibb (Kanun Kedokteran) adalah ensiklopedia kedokteran yang menjadi rujukan standar di berbagai universitas pada Abad Pertengahan dan Eropa hingga abad ke-17, setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
  3. Al-Najah (Salus): Ringkasan dari Al-Syifa.
  4. Al-Isyarah wa al-Tanbihah (Isyarat dan Peringatan): Karya tentang logika dan filsafat.
  5. Al-Hikmah al-'Arudhiyyah

 

Penemuan dan teori penting Ibnu Sina

 

Selain karya tulisnya yang banyak, Ibnu Sina juga terkenal akan kontribusi pentingnya di bidang kedokteran, berupa penemuan dan teori-teori baru: 

 

  1. Teori Empat Humor: Ibnu Sina mempelajari dan mengembangkan teori empat humor yang berasal dari Hippocrates, yang menggambarkan tubuh manusia sebagai gabungan empat cairan utama: darah, lendir, empedu kuning, dan empedu hitam. Keseimbangan cairan ini kunci kesehatan, sementara ketidakseimbangannya menyebabkan penyakit. Ibnu Sina menggunakan teori empat humor untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit, sekaligus menyadari pentingnya faktor lingkungan dan gaya hidup dalam menjaga keseimbangan keempat humor tersebut.
  2. Teori Penularan TBC: Salah satu penemuan penting Ibnu Sina adalah teorinya mengenai penularan penyakit TBC. Meskipun awalnya diragukan oleh ilmuwan Barat karena kurangnya bukti pada masa itu, penemuan Ibnu Sina tentang penularan penyakit TBC, yang sangat berbahaya dan mudah menular, akhirnya terbukti kebenarannya setelah penemuan mikroskop. 
  3. Penggunaan Obat Herbal: Ibnu Sina adalah seorang pendukung kuat penggunaan obat herbal dalam pengobatan. Ibnu Sina sangat menganjurkan pengobatan herbal, meneliti, mencatat khasiat berbagai tanaman obat, dan meracik berbagai ramuan herbal untuk berbagai penyakit. Ibnu Sina memberikan landasan ilmiah untuk praktik kedokteran yang lebih sistematis dan rasional. Ia menggabungkan pengamatan klinis dengan penalaran yang logis dan menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif terhadap pengobatan. Karyanya menjembatani kesenjangan antara pengobatan tradisional dan pendekatan ilmiah yang lebih modern, meletakkan dasar untuk kemajuan selanjutnya dalam kedokteran.

 

Metode Diagnosa

 

Ibnu Sina, dalam mendiagnosis penyakit, mengandalkan pengamatan teliti pasien, termasuk warna kulit dan gejala lainnya; pemeriksaan fisik melalui sentuhan (palpasi) untuk mendeteksi pembengkakan atau kelainan; dan pendengaran (auskultasi), meskipun masih sederhana pada masanya. Ia mengintegrasikan pengetahuan anatomi dan fisiologi untuk menafsirkan temuannya. Ketepatan Ibnu Sina dalam mendiagnosis penyakit berdasarkan gejala dan riwayat pasien, termasuk kemampuannya membedakan penyakit dengan gejala yang hampir sama, menunjukkan keahlian medisnya yang luar biasa. Keberhasilannya berakar pada pengamatan cermat, pengetahuan penyakit yang luas, dan kemampuan analisis sistematis, serta pertimbangan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan gaya hidup pasien.

 

Dampak Ibnu Sina terhadap perkembangan Kedokteran

 

Pengaruh Ibnu Sina terhadap perkembangan kedokteran sangat luas dan berkelanjutan, meliputi:

  1. Dunia Islam: Karya-karya Ibnu Sina,terutama Al-Qanun fi al-thibb menjadi standar pendidikan kedokteran di dunia Islam selama berabad-abad,  membentuk tradisi pengobatan dan penelitian medis yang kuat dan berkelanjutan.
  2. Dunia Barat: Karya-karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan menjadi rujukan utama di universitas-universitas Eropa selama berabad-abad Kontribusinya sangat penting bagi perkembangan ilmu kedokteran Eropa dan berpengaruh pada revolusi ilmiah di sana.
  3. Masa Modern: Meskipun beberapa teori kedokteran Ibnu Sina telah digantikan oleh penemuan-penemuan ilmiah modern,  kontribusi pemikiran dan metode ilmiahnya tetap memberikan inspirasi bagi riset kedokteran kontemporer.  Penggunaan obat herbal, pendekatan holistik, dan metode diagnostiknya masih relevan dan terus dikaji, menjadikannya sumber inspirasi bagi pengembangan ilmu kedokteran dan eksplorasi metode pengobatan baru.


*)Kolom opini.co menerima tulisan opini atau karya sastra untuk umum. Panjang naskah opini maksimal 750 kata.


*)Sertakan riwayat hidup singkat, nama akun medsos, beserta foto cakep, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.


*)Naskah dikirim ke alamat e-mail soearamedianasional@gmail.com.


*)Tulisan opini sepenuhnya tanggung jawab penulis, tidak menjadi tanggung jawab redaksi opini.co.


*)Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang diterima apabila tidak sesuai dengan filosofi opini.co.

 

×
Berita Terbaru Update