![]() |
Afifah Nur Isnaini Mahasiswa Psikologi Islam Universitas Raden Mas Said Surakarta. (Dok. Afifah) |
Di antara para tokoh yang menonjol dalam era
tersebut, Ibnu Sina (Avicenna) berdiri sebagai sosok yang luar biasa. Ia bukan
hanya seorang pakar kedokteran yang diakui di seluruh dunia, tetapi juga
seorang ilmuwan dan filsuf yang jenius, menguasai berbagai bidang ilmu dengan
kedalaman yang luar biasa. Pengaruhnya begitu besar, sehingga dunia Barat
menjulukinya sebagai "the greatest Muslim thinker and the last of the
Muslim philosopher in the East". Kontribusinya terhadap dunia kedokteran
sangat signifikan sehingga ia dijuluki sebagai "Bapak Kedokteran".
Karya-karya Ibnu Sina menjadi rujukan penting dalam pendidikan kedokteran di
dunia Islam dan Barat selama berabad-abad, dan pemikirannya masih relevan
hingga saat ini. Ibnu Sina, seorang
ilmuwan Muslim yang terkenal di masa kejayaan Islam, menulis banyak karya dalam
berbagai bidang, termasuk filsafat, kedokteran, astronomi, kimia, dan
matematika.
Karya-Karya Ibnu Sina yang terkemuka
- Al-Syifa,
atau Kitab Penyembuhan, merupakan ensiklopedia besar yang mencakup ilmu
pengetahuan dan filsafat, terdiri dari 18 jilid yang membahas fisika, matematika,
dan metafisika.
- Al-Qanun
fi al-Thibb (Kanun Kedokteran) adalah ensiklopedia kedokteran yang menjadi
rujukan standar di berbagai universitas pada Abad Pertengahan dan Eropa
hingga abad ke-17, setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
- Al-Najah
(Salus): Ringkasan dari Al-Syifa.
- Al-Isyarah
wa al-Tanbihah (Isyarat dan Peringatan): Karya tentang logika dan
filsafat.
- Al-Hikmah al-'Arudhiyyah
Penemuan dan teori penting Ibnu Sina
Selain karya tulisnya yang banyak, Ibnu Sina
juga terkenal akan kontribusi pentingnya di bidang kedokteran, berupa penemuan
dan teori-teori baru:
- Teori Empat Humor: Ibnu Sina mempelajari dan mengembangkan teori empat humor yang berasal dari Hippocrates, yang menggambarkan tubuh manusia sebagai gabungan empat cairan utama: darah, lendir, empedu kuning, dan empedu hitam. Keseimbangan cairan ini kunci kesehatan, sementara ketidakseimbangannya menyebabkan penyakit. Ibnu Sina menggunakan teori empat humor untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit, sekaligus menyadari pentingnya faktor lingkungan dan gaya hidup dalam menjaga keseimbangan keempat humor tersebut.
- Teori
Penularan TBC: Salah satu penemuan penting Ibnu Sina adalah teorinya
mengenai penularan penyakit TBC. Meskipun awalnya diragukan oleh ilmuwan
Barat karena kurangnya bukti pada masa itu, penemuan Ibnu Sina tentang
penularan penyakit TBC, yang sangat berbahaya dan mudah menular, akhirnya
terbukti kebenarannya setelah penemuan mikroskop.
- Penggunaan Obat Herbal: Ibnu Sina adalah seorang
pendukung kuat penggunaan obat herbal dalam pengobatan. Ibnu Sina sangat
menganjurkan pengobatan herbal, meneliti, mencatat khasiat berbagai
tanaman obat, dan meracik berbagai ramuan herbal untuk berbagai penyakit.
Ibnu Sina memberikan landasan ilmiah untuk praktik kedokteran yang lebih
sistematis dan rasional. Ia menggabungkan pengamatan klinis dengan
penalaran yang logis dan menekankan pentingnya pendekatan yang
komprehensif terhadap pengobatan. Karyanya menjembatani kesenjangan antara
pengobatan tradisional dan pendekatan ilmiah yang lebih modern, meletakkan
dasar untuk kemajuan selanjutnya dalam kedokteran.
Metode Diagnosa
Ibnu Sina, dalam mendiagnosis penyakit,
mengandalkan pengamatan teliti pasien, termasuk warna kulit dan gejala lainnya;
pemeriksaan fisik melalui sentuhan (palpasi) untuk mendeteksi pembengkakan atau
kelainan; dan pendengaran (auskultasi), meskipun masih sederhana pada masanya.
Ia mengintegrasikan pengetahuan anatomi dan fisiologi untuk menafsirkan
temuannya. Ketepatan Ibnu Sina dalam mendiagnosis penyakit berdasarkan gejala
dan riwayat pasien, termasuk kemampuannya membedakan penyakit dengan gejala
yang hampir sama, menunjukkan keahlian medisnya yang luar biasa.
Keberhasilannya berakar pada pengamatan cermat, pengetahuan penyakit yang luas,
dan kemampuan analisis sistematis, serta pertimbangan faktor-faktor seperti
usia, jenis kelamin, dan gaya hidup pasien.
Dampak Ibnu Sina terhadap perkembangan
Kedokteran
Pengaruh Ibnu Sina terhadap perkembangan
kedokteran sangat luas dan berkelanjutan, meliputi:
- Dunia
Islam: Karya-karya Ibnu Sina,terutama Al-Qanun fi al-thibb menjadi standar
pendidikan kedokteran di dunia Islam selama berabad-abad, membentuk
tradisi pengobatan dan penelitian medis yang kuat dan berkelanjutan.
- Dunia
Barat: Karya-karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan menjadi
rujukan utama di universitas-universitas Eropa selama berabad-abad Kontribusinya
sangat penting bagi perkembangan ilmu kedokteran Eropa dan berpengaruh
pada revolusi ilmiah di sana.
- Masa Modern: Meskipun beberapa teori kedokteran Ibnu
Sina telah digantikan oleh penemuan-penemuan ilmiah modern,
kontribusi pemikiran dan metode ilmiahnya tetap memberikan inspirasi bagi
riset kedokteran kontemporer. Penggunaan obat herbal, pendekatan
holistik, dan metode diagnostiknya masih relevan dan terus dikaji,
menjadikannya sumber inspirasi bagi pengembangan ilmu kedokteran dan eksplorasi
metode pengobatan baru.
*)Kolom opini.co menerima tulisan opini atau karya sastra untuk umum. Panjang naskah opini maksimal 750 kata.
*)Sertakan riwayat hidup singkat, nama akun medsos, beserta foto cakep, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
*)Naskah dikirim ke alamat e-mail soearamedianasional@gmail.com.
*)Tulisan opini sepenuhnya tanggung jawab penulis, tidak menjadi tanggung jawab redaksi opini.co.
*)Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang diterima apabila tidak sesuai dengan filosofi opini.co.