![]() |
Marcellinda Eka Prastiwi Mahasiswi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. (Dok. Marcellinda) |
Puncak Kejayaan Ottoman sangat erat kaitannya dengan pemerintahan Sultan Suleiman I, yang dijuluki Suleiman Yang Agung. Di bawah kepemimpinannya, kesultanan ini mengalami perkembangan yang pesat dalam berbagai aspek, seperti hukum, militer, serta seni dan budaya. Sultan Suleiman memahami bahwa kekuatan sebuah kekaisaran tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga oleh ketertiban hukum dan kesejahteraan rakyatnya. Ia mereformasi sistem peradilan dan merancang kembali peraturan yang mengatur kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal ini menjadikan pemerintahannya dihormati dan diakui sebagai salah satu yang paling kuat dalam sejarah Islam.
Keberhasilan Kesultanan Ottoman dalam memperluas wilayahnya berperan penting yang memperkuat kekuasaannya. Wilayahnya sangat luas, mencakup Eropa Tenggara, Timur Tengah, hingga sebagian Afrika Utara. Dengan menguasai kota-kota penting seperti Baghdad, Kairo, dan Damaskus, Ottoman tidak hanya mengendalikan jalur perdagangan utama, tetapi juga berperan sebagai pusat interaksi budaya dan keilmuan. Akibatnya, kota-kota di wilayah Ottoman berkembang menjadi pusat peradaban Islam yang maju dan berpengaruh.
Salah satu hal yang menarik dari kejayaan Ottoman adalah perkembangan seni dan arsitektur Islam. Pada masa itu, Ottoman membangun banyak bangunan megah yang menggabungkan gaya Islam dengan pengaruh Bizantium. Seorang arsitek terkenal, Mimar Sinan, menciptakan berbagai bangunan ikonik, termasuk Masjid Süleymaniye di Istanbul. Masjid ini tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan dan kegiatan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa Islam pada masa itu tidak hanya berfokus pada perluasan wilayah, tetapi juga pada pembangunan peradaban yang kaya akan nilai dan budaya.
Selain kemajuan dalam seni dan arsitektur, ilmu pengetahuan juga berkembang pesat pada masa Ottoman. Kesultanan ini mendukung para ilmuwan dan cendekiawan Muslim dengan mendirikan banyak madrasah di kota-kota besar. Berbagai bidang seperti kedokteran, astronomi, dan matematika mengalami kemajuan yang besar. Sebagai contoh, sebuah observatorium didirikan di Istanbul untuk meneliti pergerakan bintang dan planet. Hal ini menunjukkan bahwa Islam pada masa Ottoman tidak hanya berfokus pada pemerintahan, tetapi juga mendorong perkembangan ilmu pengetahuan.
Selain memiliki pemerintahan yang stabil, Kesultanan Ottoman juga berpengaruh besar dalam hubungan internasional. Mereka tidak hanya dikenal karena kekuatan militernya yang kuat, tetapi juga karena peran aktifnya dalam diplomasi dunia. Sultan Suleiman membangun hubungan dengan berbagai negara Eropa, seperti Prancis dan Inggris, tidak hanya dalam urusan politik, tetapi juga dalam perdagangan serta pertukaran budaya. Dengan mengendalikan jalur perdagangan utama, Ottoman berhasil menghubungkan dunia Islam dengan Eropa dan Asia, menjadikan wilayah mereka sebagai pusat perdagangan dunia. Seperti halnya peradaban besar lainnya, kejayaan Ottoman tidak berlangsung selamanya. Setelah kepemimpinan Sultan Suleiman, berbagai permasalahan internal mulai muncul, seperti perebutan kekuasaan di kalangan pejabat istana dan meningkatnya korupsi dalam pemerintahan. Di sisi lain, negara-negara Eropa mengalami kemajuan pesat dalam teknologi dan militer, yang secara bertahap melemahkan dominasi Ottoman. Meskipun mengalami kemunduran, warisan kejayaan Ottoman tetap bertahan hingga kini, menjadi bukti bahwa Islam pernah menjadi pusat peradaban dunia yang unggul dalam ilmu pengetahuan, seni, dan kesejahteraan masyarakatnya.
Menelusuri kejayaan Kesultanan Ottoman bukan hanya sekadar melihat kembali sejarah, tetapi juga memahami dan mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa di masa itu. Keberhasilan mereka dalam membangun sistem pemerintahan yang kuat, mendorong perkembangan ilmu pengetahuan, dan menciptakan budaya yang kaya seharusnya menjadi inspirasi bagi dunia Islam saat ini. Islam bukan hanya ajaran spiritual, tetapi juga peradaban yang mampu berkembang dan bersaing dengan peradaban lain jika diterapkan dengan penuh kebijaksanaan, ilmu, dan keadilan.
Hingga saat ini, Istanbul tetap
menjadi bukti kejayaan Kesultanan Ottoman. Bangunan megah seperti Masjid
Suleymaniye dan Istana Topkapi masih berdiri kokoh sebagai simbol kejayaan
Islam di masa itu. Kisah kejayaan Ottoman menunjukkan bahwa Islam pernah
membangun peradaban yang besar dan dihormati di seluruh dunia. Sejarah ini
tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dalam
membangkitkan kembali kejayaan Islam di masa depan.
*)Kolom opini.co menerima tulisan opini atau karya sastra untuk umum. Panjang naskah opini maksimal 750 kata.
*)Sertakan riwayat hidup singkat, nama akun medsos, beserta foto cakep, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
*)Naskah dikirim ke alamat e-mail soearamedianasional@gmail.com.
*)Tulisan opini sepenuhnya tanggung jawab penulis, tidak menjadi tanggung jawab redaksi opini.co.
*)Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang diterima apabila tidak sesuai dengan filosofi opini.co.